veri irvan 56417079
3ia03 tugas ke-1
Desain Pemodelan Grafik # SYAMSI RUHAMA
BAB I
DESAIN GRAFIS
Pengertian
Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual
Sejarah
Sejarah desain grafis tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan seni rupa. Karenanya, produk komunikasi visual tertua yang pernah ditemukan adalah lukisan gua di Lascaux, Prancis yang diperkirakan berasal dari 15.000-10.000 SM. Simbol-simbol berbentuk ideogram ini kemudian berkembang menjadi aksara yang pada masa modern ini rutin kita gunakan di layar.
Henry Cole menjadi salah seorang yang paling berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris, ia meyakinkan pemerintah tentang pentingnya desain dalam sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design and Manufactures. Dia menyelenggarakan The Great Exhibition sebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.
Dari tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris Kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts, dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafis dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.
Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.
Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya
The signage in the London Underground adalah contoh desain klasik pada abad modern yang menggunakan jenis huruf yang dirancang oleh Edward Johnston pada tahun 1916.
Pada tahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll.
Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada tahun 1928 dalam bukunya yang berjudul New Typography. Tschichold, Bauhaus,Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, and El Lissitzky adalah tipografer yang berpengaruh besar dalam ilmu desain grafis yang kita kenal sekarang ini. Mereka mempelopori teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke 20. Pada tahun-tahun berikutnya desain grafis mendapat banyak pengakuan dan mulai banyak diterapkan. Pasca Perang Dunia II, kebutuhan akan desain grafis meningkat pesat, terutama untuk periklanan dan kemasan produk. Perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago pada tahun 1937 membawa pengaruh besar pada desain di Amerika. Nama- nama yang terkenal diantaranya Adrian Frutiger(desainer jenis huruf Univers dan Frutiger), Paul Rand(yang dari akhir 1930-an sampai kematiannya pada tahun 1996 menggunakan prinsip Bauhaus dan menerapkannya padaiklan dan desain logo.
Perkembangan industi desain grafis tumbuh seiring dengan perkembangan konsumerisme. Hal ini menimbulkan kritik dari berbagai komunitas desain yang tertuang dalam First Things First manifesto yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 dan diterbitkan kembali pada tahun 1999 di majalah Émigré. Konsumerisme terus tumbuh, sehingga terus memacu pertumbuhan ilmu desain grafis. Hal ini menarik para praktisi desain grafis, beberapa diantaranya adalah: Rudy VanderLans, Erik Spiekermann, Ellen Lupton and Rick Poynor.
Prinsip Dasar Desain
Prinsip desain terdiri atas lima yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme (rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi.
1. Keseimbangan (balance)
Sesuai namanya keseimbangan di sini berarti keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat sebelah. Ada dua pangkal pokok yang dipakai dalam menerapkan keseimbangan, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Di mana simetris berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar ke arah sisi dan kanan. Sedangkan asimetris berarti pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap halaman,
2. Kesatuan (unity)
Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat. Karena penting adanya menyuguhkan klien sebuah desain yang mengandung arti yang kuat sesuai dengan tema yang diminta.
3. Ritme (rhythm)
Ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Irama dihasilkan oleh unsur-unsur yang berbeda dengan pola yang berirama dan unsur serupa serta konsistensi. Jenis irama meliputi regular, mengalir(flowing), dan prosesif atau gradual.
4. Penekanan (emphasis)
Dalam setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain. Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur. Tapi yang perlu diingat adalah tidak semua elemen harus ditonjolkan karena bila itu terjadi, desain akan berakhir terlalu ramai dan pensan tidak dapat disampaikan.
5. Proporsi
Proporsi merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan. Dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.
Profesi Dalam Bidang Desain Grafis
1. Biro Iklan
Biro iklan atau advertising agency merupakan perusahaan yang sering dicari oleh para desainer grafis, baik mereka yang sedang kuliah untuk magang (internship) atau mereka yang sudah lulus kuliah untuk mencari kerja. Bekerja di advertising agency multinasional terbaik menjadi idaman bagi sebagian besar desainer grafis, karena gaji yang ditawarkan terbilang tinggi.
2. Creative Studio
Lapangan pekerjaan bagi desainer grafis salah satunya adalah creative studio atau studio desain grafis. Bekerja di creative studio, kamu akan banyak mendesain berbagai macam media periklanan seperti brosur, katalog, poster, majalah, logo (brand identity), undangan, dan sebagainya. Biasanya, suasana kerja di creative studio sangatlah casual alias tidak formal. Jadi, kamu bisa bekerja dengan pakaian santai seperti kaos oblong misalnya.
3. Branding Agency
Bekerja di perusahaan branding agency terbaik menjadi impian bagi sebagian besar desainer grafis, terutama mereka yang jago mendesain logo. Selain kemampuan merancang desain logo (corporate identity), kamu akan banyak membuat desain stationery kit, marketing kit, brand identity manual guide, sign system, dan lainnya.
4. Percetakan
Percetakan banyak kamu temukan di setiap sudut kota. Artinya, lapangan pekerjaan buat desainer grafis itu terbuka luas. Setiap percetakan pasti membutuhkan tenaga desain grafis untuk merancang desain brosur, undangan, kartu nama, kop surat, dan sejenisnya. Meski banyak juga percetakan yang tidak menerima jasa desain alias hanya menerima desain yang sudah jadi, lalu tinggal dicetak.
5. Media Massa
Tertarik bekerja sebagai desainer grafis? Buat kamu yang mau jadi desainer grafis, bekerja di media massa baik cetak maupun online bisa menjadi pilihan yang sangat bagus. Media massa itu misalnya surat kabar, majalah, stasiun televisi, stasiun radio, dan media berita online. Asyiknya bekerja di media massa, suasana kerja tidak terlalu formal dan umumnya pakaian yang dikenakan cenderung casual namun tetap rapi.
Bab 2 dan 3
Elemen desain adalah satu hal yang terpenting dalam desain grafis. Hal nyata inilah yang akan mewujudkan prinsip desain. Layaknya sebuah tonggak yang akan menopang agar tetap kukuh. Elemen adalah dasar dari desain. Seperti halnya membangun sesuatu, kita tak bisa langsung ke atas, kita harus mulai dari dasar. Seperti itu pula desain. Elemen-elemen desain sendiri terdiri atas 6 hal yaitu garis (line), bentuk (shape), tekstur (texture), ruang, ukuran, dan warna. Tak kenal, maka tak sayang. Yuk, kita bahas satu-satu biar lebih kenal biar nantinya jadi paham.
1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Macam-macam garis beserta artinya :
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Macam-macam garis beserta artinya :
2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle). Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle). Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.
4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).
5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color/RGB) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color/CMYK) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color/RGB) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color/CMYK) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.
Prinsip-prinsip desain grafis
Prinsip desain terdiri atas lima yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme (rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi.
1. Keseimbangan (balance)
Sesuai namanya keseimbangan di sini berarti keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat sebelah. Ada dua pangkal pokok yang dipakai dalam menerapkan keseimbangan, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Di mana simetris berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar ke arah sisi dan kanan. Sedangkan asimetris berarti pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap halaman,
2. Kesatuan (unity)
Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat. Karena penting adanya menyuguhkan klien sebuah desain yang mengandung arti yang kuat sesuai dengan tema yang diminta.
3. Ritme (rhythm)
Ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Irama dihasilkan oleh unsur-unsur yang berbeda dengan pola yang berirama dan unsur serupa serta konsistensi. Jenis irama meliputi regular, mengalir(flowing), dan prosesif atau gradual.
4. Penekanan (emphasis)
Dalam setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain. Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur. Tapi yang perlu diingat adalah tidak semua elemen harus ditonjolkan karena bila itu terjadi, desain akan berakhir terlalu ramai dan pensan tidak dapat disampaikan.
5. Proporsi
Proporsi merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan. Dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.
Tipografi dalam desain grafis
Tipografi dalam desain grafis merupakan satu elemen yang sangat krusial dan juga merupakan elemen yang paling sering dipakai untuk melengkapi suatu desain. Coba perhatikan desain di sekeliling kalian, desain poster, desain suatu produk, desain iklan, semua mengandung unsur tipografi.seperti yang kita tahu, desain grafis merupakan suatu bentuk komunikasi visual. Maka dari itu, unsur yang ada di dalamnya juga harus memancarkan informasi yang ingin disampaikan. Hal ini berlaku untuk tipografi. Pemilihan tipografi yang benar membantu menyampaikan informasi yang ingin disampaikan secara tepat.
Seni tipografi adalah sebutan bagi tipografi dalam desain grafis. Seni tipografi menitik beratkan pada pengaturan huruf sebagai elemen utama dalam desain yang ingin dibuat. James Craig membagi tipografi menjadi 5 kategori, antara lain:
1. Roman
Huruf di keluarga Roman memiliki ciri khas tersendiri yang muda dikenali. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan pada setiap garis di huruf – hurufnya. Semua huruf yang ada di bawah naungan kategori Roman memiliki ciri khas klasik, anggun, tegas, lemah gemulai dan feminim. Keluarga huruf Roman sudah ada sekitar abad 11 atau 12. Karena itu, huruf Roman merupakan salah satu kategori huruf yang paling tua. Jenis font yang ada di kategori huruf Roman antara lain Bodoni, Georgia, dan Times New Roman.
2. Egyptian
Huruf yang berada di bawah keluarga Egyptian memiliki ciri huruf seperti papan. Berbeda dengan kategori Roman yang memiliki tebal tipis di hurufnya, Egyptian memiliki ketebalan yang hampir sama di setiap hurufnya. Kesan yang ditimbulkan oleh jenis huruf Egyptianadalah kokoh, kuat, kekar, dan stabil. Jenis font yang ada di kategori Egyptian adalah Rockwell dan Typo Slab – Serif.
3. Sans Serif
Huruf yang berada di bawah keluarga Sans Serif hampir mirip dengan huruf yang berada di bawah keluarga Roman, hanya saja jenis huruf ini tidak memiliki sirip di ujung. Ketebalan hurufnya pun tidak tebal tipis, melainkan solid. Kesan yang ditimbulkan jenis huruf ini adalah modern, kontemporer, dan efisien. Bisa dibilang huruf di kategori Sans Serif merupakan versi modern dari Roman. Jenis font yang ada di kategori Sans Serif adalah Arial, Century Gothic, Futura, Helvetica, Lucida Grande, Trebuchet MS, dan Verdana.
4. Script
Sama seperti namanya, huruf yang berada di bawah kategori ini memiliki rupa layaknya tuliksan tangan. Tetapi bukan huruf cetak ya. Seperti tulisan tangan sambung yang dibuat dengan pena, kuas, atau pensil tajam. Biasanya huruf di bawah kategori ini memiliki ciri khas miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adalah pribadi dan akrab. Jenis font yang ada di kategori ini adalah Freestyle Script dan French Script.
5. Miscellaneous
Huruf yang berada di kategori ini tidak memiliki ciri khas atau rupa yang spesifik seperti 4 kategori lainnya. Huruf yang berada di bawah kategori ini biasanya merupakan pengembangan dari bentuk – bentuk yang sudah ada, hanya ditambahkan hiasan, ornament atau garis – garis dekoratif. Jenis font yang ada di bawah kategori ini sangat banyak, antara lain Comic Sans MS, Joker, dan Magneto.
Bab 4
KONSEP DALAM BERPIKIR
Di dalam berpikir ada sebuah konsep yang menggunakan simbol-simbol atau gambaran-gambaran, kata-kata, pengertian-pengertian, yang ada dalam ingatan khususnya ingatan yang berkaitan dengan long term memory. Pengertian atau konsep merupakan konstruksi kejadian, misalnya, pengertian manusia, marah, segi tiga belajar, dan sebagainya. Dengan kemampuan manusia untuk membentuk konsep atau pengertian memungkinkan manusia untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan. Yang merah dan yang bukan merah, dapat menggolongkan manusia dan bukan manusia dan demikian juga yang lain. karena itu konsep atau pengertian merupakan alat (tool) yang baik atau cepat (convenient) dalam berpikir atau problem solving.
Dalam pengertian atau konsep didapati beberapa macam konsep yaitu:
1. Konsep-konsep atau pengertian-pengertian yang sederhana.
2. Konsep-konsep yang komplek.
Pengertian sederhana merupakan pengertian yang dibatasi oleh ciri-ciri atau atribut tunggal misalnya marah. Namun justru banyak pengertian atau konsep yang menggunakan dalam berpikir dibatasi oleh ciri yang tidak tunggal. Ini yang dimaksud dengan konsep komplek di samping itu ada yang disebut dengan konsep konjugatif, konsep ini merupakan konsep yang dibatasi adanya kaitan (joint) dua atau lebih sifat atau ciri yang membentuk konsep tersebut. misalnya zebra merupakan binatang menyusui seperti kuda, tetapi loreng. Konsep disjungtif merupakan konsep yang dibatasi dengan tiap ciri atau sifat yang membawa obyek dalam kelas dari konsep. Misalnya transport dapat kuda, dapat truk, dapat becak dan sebagainya. di samping itu juga ada konsep relational, yaitu konsep atau pengertian yang mempunyai pengertian yang mempunyai kaitan dengan pengertian yang lain.
- KONSEP PEMECAHAN MASALAH ATAU PROBLEM SOLVING
Apa yang dimaksud dengan problem. Problem solving ini timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan yang lain dalam rangka untuk mencapai tujuan. Atau juga sering dikemukakan apabila ada kesenjangan antara satu dengan yang lain. Contoh: di muka menggambarkan adanya problem yang harus dipecahkan oleh seorang mahasiswa yang mendapatkan tugas dari dosennya. Mahasiswa yang mendapat problem itu akan berpikir untuk mencari pemecahannya, dengan demikian dapat dikemukakan bahwa dalam problem solving itu adalah directed, yaitu mencari pemecahan dan dipicu untuk mencapai pemecahnya tersebut.
Dalam mencari pemecahan terhadap problem solving itu ada kaidah atau aturan (rules) yang akan membawa seseorang kepada pemecahan masalah tersebut. aturan ini akan memberikan petunjuk untuk memecahkan masalah banyak aturan atau kaidah dalam memecahkan masalah.
- Proses desain grafis
a. Orientasi/pengumpulan materi, sikap dan tingkah laku seseorang merupakan suatu konsep yang dapat menciptakan harmoni dalam bekerja dan sehingga dapat menyebabkan peningkatan kinerja karyawan secara individu dalam sebuah perusahaan.
b. Pengertian Analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti, mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan maknanya.
c. Desain kasar, Yang dimaksud desain kasar adalah dimana desain yang dibuat berstektur kasar.
d. Desain Konseptual adalah menghasilkan beberapa sistem kon-septual alternatif yang telah diidentifikasi selama analisis sistem. Dengan menyajikan sejumlah alternatif yang masuk akal, profesional sistem terhindar dari batasan-batas-an yang sudah diduga sebelumnya pada sistem baru. Pemakai akan mengevaluasi dan menetapkan alternatif.
e. Definisi implementasi adalah suatu hal yang bermuara pada aksi,aktivitas,tindakan serta adanya mekanisme dari suatu sistem. Implementasi tidak hanya sekedar aktivitas monoton belaka,tetapi merupakan kegiatan yang terencana secara baik yang baik untuk mencapai suatu tujuan.
Bab 5
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGGUNA DESAIN
Untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna kita memerlukan beberapa hal berikut ini :
1. Konsep
2. Media
3. Idea / Gagasan
4. Persiapan Data dan Perancangan
5. Revisi
1. Konsep
Konsep adalah hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan, kelayakan, dan sasaran yang dituju. Contoh kasus: Sebuah partai politik ‘X’ ingin menampilkan logonya sesuai dengan karakter partai dan anggotanya. Dengan mempelajari karakter partai tersebut, kalian dapat membuat konsep, seperti bersemangat, kokoh, keanekaragaman, dan berlandaskan agama.
2. Media
Untuk mencapai kriteria ke sasaran yang dituju, diperlukan studi kelayakan media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media bisa berupa cetak, elektronik, luar ruangan, dan lain-lain. Contoh kasus : Setelah partai ‘X’ dapat menentukan sasaran pasar dan kriteria yang ingin dicapai, langkah selanjutnya adalah menyampaikannya melalui media. Sangat tidak efisien apabila semua media dipakai karena selain mubazir juga menghabiskan biaya. Misalnya, sasaran partai ‘X’ adalah rakyat yang berusia lanjut, maka media yang dipakai adalah media elektronik (Youtube / Media Sosial). Pilihan media cetak juga dipertimbangkan, misalnya surat kabar yang disukai masyarakat menengah ke bawah.
3. Ide/Gagasan
Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur wawasan yang luas, diskusi, wawancara, dan lain-lain agar desain bisa efektif diterima sasaran dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan.
4. Persiapan Data dan Perancangan Data
Berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilah dan seleksi. Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga harus dapat ditampilkan lebih kecil, samar, atau dibuang sama sekali. Data dapat berupa data informatif atau data estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data estetis dapat berupa bingkai background, efek garis-garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data harus dalam format digital/softcopy. Oleh karena itu, peralatan yang diperlukan untuk mengubah data analog ke digital seperti scanner, dan kamera digital akan sangat membantu.
5. Revisi
Revisi dilakukan apabila tidak adanya kesesuaian dari apa yang sudah direncanakan dan atau ada perubahan lainnya. Dalam melalui proses revisi ini, sikap dan mentalitas seorang desainer grafis sangat menentukan keberhasilan proses. Hal ini tentunya terkait dengan sejauh mana desainer dapat melihat dari sudut pandang klien terhadap permintaan solusi visual mereka
.
Setalah selesai mengidentifikasi
Setelah langkah langkah identifikasi selesai maka kita dapat membuat Final Art dan melakukan produksi.
1. Final Art : Final Artwork (FA) adalah materi final design yang sudah approved (disetujui) oleh klien untuk dilanjutkan ke bagian produksi cetak.
2. Produksi : Setelah desain selesai, sebaiknya lebih dahulu di-proofing (print preview hasil cetak mesin sebelum diperbanyak), untuk memastikan kesesuaian warna dan hasil cetak. Jika tidak ditemukan kesalahan apa pun, desain siap untuk diperbanyak/cetak.
Bab 6
- Perangkat lunak disain grafis
Adobe Photoshop adalah software desain grafis yang secara khusus dirancang untuk memanipulasi objek atau gambar yang akan digunakan dalam suatu kepentingan. Aplikasi software desain grafis ini biasa digunakan oleh para photographer untuk mengedit hasil foto agar terlihat lebih hidup dan nyata. Adobe Photoshop adalah produk terbaik yang pernah dikeluarkan oleh Adobe Systems. Anda dapat membuat desain poster, spanduk, logo, dan kebutuhan lainnya dengan Adobe Photoshop.
- Proses desain grafis
a. Orientasi/pengumpulan materi, sikap dan tingkah laku seseorang merupakan suatu konsep yang dapat menciptakan harmoni dalam bekerja dan sehingga dapat menyebabkan peningkatan kinerja karyawan secara individu dalam sebuah perusahaan.
b. Pengertian Analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti, mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan maknanya.
c. Desain kasar, Yang dimaksud desain kasar adalah dimana desain yang dibuat berstektur kasar.
d. Desain Konseptual adalah menghasilkan beberapa sistem kon-septual alternatif yang telah diidentifikasi selama analisis sistem. Dengan menyajikan sejumlah alternatif yang masuk akal, profesional sistem terhindar dari batasan-batas-an yang sudah diduga sebelumnya pada sistem baru. Pemakai akan mengevaluasi dan menetapkan alternatif.
e. Definisi implementasi adalah suatu hal yang bermuara pada aksi,aktivitas,tindakan serta adanya mekanisme dari suatu sistem. Implementasi tidak hanya sekedar aktivitas monoton belaka,tetapi merupakan kegiatan yang terencana secara baik yang baik untuk mencapai suatu tujuan.
Bab 7
- Konsep resolusi layar pada perangkat bergerak
Resolusi Layar atau mode tampilan, layar hp atau laptop adalah jumlah pixel pada setiap
dimensi layar. Istilah dapat menjadi ambigu terutama karena resolusi yang ditampilkan
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda.contohnya, cathode ray tube (CRT), monitor
layar datar (termasuk LCD) tampilan proyeksi menggunakan gambar elemen susunan tetap
(pixel).
istilah “Resolusi Layar” umumnya digunakan untuk menyebut dimensi pixel, jumlah pixel
dalam masing-masing dimensi (misal, 1920×1080), yang tidak mencerminkan kerapatan
pixel, yaitu jumlah piksel per satuan jarak atau luas area. Dalam pengukuran digital,
kerapatan layar memiliki satuan pixel per inci.
Namun juga ketajaman atau resolusi layar dari masing-masing layar pun sangat bervariasi,
mulai dari HD, Full HD, dan bahkan ada yang sudah memiliki resolusi UHD.
Beberapa contoh resolusi layar hp yang masih digunakan saat ini :
1. Resolusi qHD
Resolusi qHD. Yang perlu anda ingat adalah huruf “q” pada “qHD” ini menggunakan
huruf kecil yang bisa diartikan sebagai quarter (seperempat) dari resolusi Full HD.
Ukuran resolusi layar dari qHD ini adalah 960 x 540 pixel dengan rasio layar 16:9
(memanjang). Ini adalah resolusi paling rendah
2. Resolusi HD
Yang kedua adalah Resolusi HD. Resolusi ini lebih tinggi dari qHD, resolusi layar
HD (High Definition) biasa disebut juga sebagai 720p. Ia memiliki ukuran 1280 x 720
pixel dengan rasio layar 16:9. Resolusi ini umumnya kini banyak digunakan untuk
smartphone
3. Resolusi WXGA
Resolusi WXGA. Resolusi ini sedikit lebih tinggi diatas HD. Akan tetapi seringkali
juga dianggap setara dengan resolusi HD. Ukuran dari WXGA adalah 1366 x 768
pixel. Resolusi ini kini lebih banyak digunakan untuk perangkat tablet. Penamaan
yang sama juga digunakan pada layar yang memiliki resolusi 1280 x 800 pixel
4. Resolusi FHD
Resolusi FHD atau yang juga diartikan sebagai resolusi Full HD ini sering kali
disebut sebagai 1080p. Ukurannya adalah 1920 x 1080 pixel. Resolusi FHD ini sangat
cocok dengan perangkat smartphone dengan bentang layar antara 5 hingga 5.5 inch.
Sehingga akan menghasilkan gambar yang sangat jernih.
5. Resolusi QHD
Resolusi QHD (dengan huruf “Q” besar) Resolusi QHD ini adalah kependekan dari
Quad HD, yang berarti ia memiliki total pixel 4 kali lebih banyak dari total pixel yang
dimiliki oleh resolusi HD. Ukuran yang dimilikinya adalah 2560 x 1440 pixel dengan
rasio layar 16:9.
6. Resolusi UHD
Resolusi UHD. Resolusi ini merupakan resolusi tertajam yang pernah dimiliki oleh
smartphone sampai saat ini. Resolusi ini pula yang digunakan oleh smartphone Sony
Xperia Z5 Premium.
Ukuran Layar dan Rasio.
Ukuran itu adalah ukuran dimensi fisik layar (display size). Angka yang tertera merupakan
ukuran jarak diagonal layar dari dua titik yang berseberangan. Karena ukuran fisik, maka
satuannya pun inci. Hal ini berbeda dengan ukuran dimensi piksel layar.
Ukuran layar ini juga berkaitan dengan aspek rasio. Rasio inilah yang biasanya ditulis dalam
bentuk perbandingan 4:3, 16:9, 16:10, dll. Aspek rasio merupakan perbandingan antara
ukuran panjang dan lebar layar.
Dulu, rasio 4:3 menjadi rasio standar layar monitor komputer. Sekitar tahun 2005-2006,
standar bergeser rasio 16:10. Namun rasio tersebut tidak bertahan lama sebagai standar. Rasio
16:9 kemudian menjadi rasio yang umum digunakan.
Peralihan dari 16:10 ke 16:9 disebabkan karena banyaknya produksi TV yang menggunakan
rasio tersebut. Saat ini, kebanyakan smartphone juga menggunakan rasio tersebut. Sedangkan
tablet, rata-rata bertahan dengan format 4:3 karena rasio tersebut lebih nyaman untuk
membaca. Bagaimana pun, tablet memiliki ukuran fisik seperti buku.
Resolusi Layar
Sebenarnya istilah resolusi layar (display resolution) merupakan istilah yang sedikit salah
kaprah. Istilah yang tepat adalah dimensi piksel layar (pixel dimension). Sedangkan resolusi
layar sebenarnya merupakan tingkat ketajaman layar, atau kerapatan piksel (pixel density).
Hal itu akan kita bahas nanti. Sekarang, mari kita bahas dimensi piksel layar — atau
menggunakan istilah salah kaprah tadi, resolusi layar — terlebih dahulu.
Secara sederhana, resolusi layar menunjukkan luas dan kandungan piksel di bidang layar.
Biasanya, ukuran resolusi ditulis dalam bentuk panjang x lebar, dengan satuan piksel.
Contohnya: 1024 x 768, 1280 x 720, 1440 x 900, dll. Perbandingan panjang x lebar ini tentu
saja mengikuti aspek rasio layar.
- Konsep layout pada apps perangkat bergerak
Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah
bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk
dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi
komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang
disajikan.
1. Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-
elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat
untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system
seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga
konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah
diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis
adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan
secara estetik.
2. The Golden Section
Sebelum kita bisa membuat grid, kita memerlukan sebuah halaman untuk
meletakkannya. Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan
ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan
sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk
menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah.
Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika
garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama
dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih
panjang tadi.
Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret
bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya
dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi
agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya
seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2
3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377…
Sebuah obyek yang mempunyai proporsi agung mampu sekaligus memuaskan mata
dan tercermin pada benda-benda alam. Ujung daun pakis dan spiral dalam rumah
keong adalah contoh yang paling populer.
3. The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan
cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar
maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang
lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang
typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2 : 3.
Sistem Layout digunakan hampir pada semua bidang yang berhubungan dengan
desain visual, anda mungkin pernah mendengar kata layout berita, layout rumah,
layout web dll.
- Konsep tipografi yang sesuai untuk disain grafis apps perangkat bergerak
Tipografi adalah ilmu memilah dan menata huruf/font sesuai dengan pengaturannya pada
ruang tertentu yang tujuannya untuk menciptakan kesan tertentu. Tipografi juga dapat
diartikan karya desain yg menggunakan huruf/font sebagai elemen utamanya
Tipografi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Tipografi
2. Seni tipografi
Berdasarkan sudut geometri dan garis dasar yang membentuknya. Huruf dikelompokan ke
dalam 4 jenis, yaitu :
1. Kelompok garis tegak datar
Adalah E F H I L
2. Kelompok garis tegak lengkung
Adalah B D G J P R U
3. Kelompok garis lengkung
Adalah C O Q S
- Format gambar yang dapat disisipkan dalam apps perangkat bergerak
1. Format Gambar JPEG
Format gambar JPEG atau yang biasa disebut juga format gambar JPG merupakan
singkatan dari Joint Photographic Experts Assemble. Pengertian format gambar Joint
Photographic Experts Assemble (JPEG) adalah format gambar yang mengompres data
gambar dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixel
dalam gambar tersebut.
Ciri utama format gambar JPEG yang membedakannya dengan pengertian format
gambar lain adalah kualitas gambar yang dihasilkan. Teknik kompresi yang
digunakan menyebabkan ukuran gambar mengecil dan kualitas menurun. Bahkan
ukuran file BMP dapat menurun sepuluh kali lipat setelah dikonversi ke format
gambar JPEG.
Beberapa kekurangan format gambar JPEG, yaitu tidak cocok digunakan untuk
menyimpan gambar pajangan atau artistik. Namun format gambar JPEG cocok untuk
gambar yang memiliki komposisi warna yang banyak dan memiliki gradien
(perubahan satu warna ke warna lain secara perlahan), seperti gambar pemandangan
alam.
2. Format Gambar PNG
PNG merupakan singkatan dari Portable Network Graphics. Pengertian format
gambar Portable Network Graphics (PNG) adalah format gambar yang merupakan
gabungan dari format JPG dan GIF. PNG memiliki faktor kompresi sekitar 5%-25%
yang lebih baik dari GIF, namun PNG memiliki ukuran file yang lebih besar dari JPG.
Tipe file PNG merupakan solusi kompresi yang penuh dengan warna. Perbedaan
format gambar PNG dengan format lainnya adalah sifat transparannya yang tidak
pecah-pecah. PNG juga bisa mengkompres gambar tanpa banyak mengurangi kualitas
gambar yang diambil karena kompresi yang digunakan tidak bersifat menghilangkan
data.
Sifatnya yang transparan, penuh warna dan tidak pecah, maka format gambar PNG ini
paling cocok digunakan untuk screenshoot yang memiliki banyak warna. Format PNG
ini juga cocok digunakan untuk gambar yang perlu diedit ulang karena sifatnya yang
tidak menurunkan kualitas gambar.
Format gambar PNG ini juga sangat cocok digunakan pada dokumen online atau
capturing text seperti memblok halaman pencarian di menu navigasi karena gambar
yang dihasilkan akan lebih jelas dengan ukuran file yang tetap kecil.
3. Format Gambar GIF
Pengertian format gambar GIF merupakan singkatan dari Graphics Intercharge
Format yang merupakan format gambar dengan 8 bit warna. GIF memiliki kombinasi
warna yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan JPEG. Namun GIF mampu
menyimpan grafis dengan latar belakang transparan atau dalam bentuk animasi
sederhana.
Perbedaan format GIF dengan format gambar lainnya adalah penggunaan metode
Lossless Compression yang berfungsi melakukan kompresi tanpa mengurangi kualitas
gambar yang dihasilkan. Lossless Compression ini juga berfungsi memperkecil
besarnya jumlah file tanpa menyertakan penghilangan data.
Oleh karena itu format gambar GIF ini sangat cocok digunakan untuk gambar-gambar
yang memiliki jumlah warna sedikit dan gambar yang memerlukan perbedaan warna
yang tegas. Selain itu gambar-gambar seperti animasi pada banner iklan juga sangat
cocok menggunakan format gambar GIF.
Umumnya format gambar GIF ini digunakan untuk gambar animasi dan dapat
memproduksi gambar 8 bit yang kecil. GIF hanya memiliki maksimal 256 warna atau
8 bit per pixel. GIF lebih baik digunakan untuk membuat logo atau gambar kecil
lainnya yang komposisi warnanya lebih sedikit.
Namun format gambar GIF tidak cocok digunakan pada gambar yang memiliki
banyak warna, seperti pemandangan dan gambar-gambar yang memuat warna gradien
berupa perpindahan warna satu yang perlahan berubah menjadi warna lain. Jenis-jenis
gambar seperti inilah yang wajib menghindari penggunaan format GIF.
4. Format Gambar BMP
Pengertian format gambar Bitmap atau BMP merupakan representasi citra grafis yang
terdiri dari susunan titik (pixel) yang tersimpan di memori komputer. Nilai setiap titik
diawali oleh satu bit data atau lebih. Kerapatan titik tersebut biasa disebut resolusi
yang berfungsi menunjukkan tingkat ketajaman gambar yang ditampilkan.
Ciri utama gambar Bitmap adalah sifatnya yang sangat bergantung pada resolusi. Jika
resolusi gambar diperbesar, maka gambar yang dihasilkan akan pecah dan tidak halus.
Selain itu ukuran gambar Bitmap juga bergantung pada resolusi. Semakin besar
resolusi yang digunakan, maka akan semakin besar pula ukuran file Bitmap. Beberapa
contoh software yang berbasis Bitmap adalah Photoshop, Paint, Corel Photo Paint dan
lain-lain
5. Format Gambar TIFF
TIFF merupakan kependekan dari Tagged Image Format File. Pengertian format
gambar Tagged Image Format File adalah format gambar yang terbaik karena
kemampuannya untuk menjamin semua data maupun informasi seperti misalnya data
RGB, data CMYK dan data-data lainnya untuk dikoreksi ataupun manipulasi terhadap
gambar sehingga tidak hilang.
Perbedaan format gambar TIFF dengan format gambar lainnya adalah ukuran gambar
yang sangat besar karena tidak melalui teknik kompresi. Kualitas gambar yang
dihasilkan juga sangat tinggi yang mencapai 32 bit. Format gambar TIFF (Tagged
Image Format File) ini cocok untuk pertukaran platform seperti PC, Silicom Graphic,
dan Machintos. Lebih dari itu, format TIFF juga mudah dalam mentransfer antar
programnya.
- Konsep warna pada apps perangkat bergerak
Pengertian warna.
Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna
(berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang dari cahaya
tersebut. Contoh misalnya, warna biru memiliki panjang gelombang sekitar 460 nanometer.
Sedangkan panjang gelombang warna yang bisa ditangkap oleh mata manusia diantara 380
hingga 780 nanometer.
Jenis-Jensi Warna :
1. Warna Primer
Warna primer merupakan warna pokok atau pertama yang pembentukannya tidak
disertai dengan warna yang lain. Warna ini digunakan sebagai bahan campuran pokok
sehingga menghasilkan warna warna lain. Adapun warna primer yaitu:
- Merah, yang sebenarnya bernama Magenta yakni merah semu ungu.
- Biru, yang sebenarnya bernama Cyan yakni biru semu hijau.
- Kuning, yang sebenarnya bernama Yellow.
Dan warna warna primer diatas sering disingkat CMY (Cyan, Magenta, Yellow)
dalam dunia percetakan.
2. Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna
primer. Misalanya warna merah di campur warna kuning maka akan menjadi warna
Orenge (Skunder). Berikut ini adalah macam-macam warna sekunder diantaranya:
- Orange atau Jingga hasil campuran merah dengan kuning.
- Hijau yaitu warna hasil campuran kuning dengan biru.
- Ungu/Violet yaitu warna hasil dari campuran biru dengan merah.
3. Warna Intermediate
Warna intermediate merupakan warna pada lingkaran warna yang letaknya diantara
warna primer dan warna sekunder. Berikut ii adalah macam – macam warna
intermediate diantaranya:
- Merah Violet (Red Violet) yakni ialah warna yang letaknya diantara merah
dan violet/ungu.
- Merah Jingga (Red Orange) yakni ialah warna yang letaknya diantara merah
dan jingga.
- Kuning Jingga (Yellow Orange) yakni ialah warna yang letaknya diantara
kuning dan jingga.
- Kuning Hijau (Yellow Green) yakni ialah warna yang letaknya diantara
kuning dengan hijau.
- Biru Hijau (Blue Green) yakni ialah warna yang letaknya diantara biru dan
hijau.
- Biru Violet (Blue Violet) yakni ialah warna yang letaknya diantara biru dan
violet atau ungu.
4. Warna Tersier
Warna tersier merupakan warna yang berasal dari pencampuran antara warna primer
dengan warna sekunder. Berikut ini adalah macam macam warna tersier yaitu:
- Coklat Merah merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna merah
dengan warna hijau.
- Coklat Kuning merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna kuning
dengan warna ungu.
- Coklat Biru merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna biru
dengan warna jingga atau orange.
5. Warna Kuarter
Warna kuarter merupakan warna yang berasal dari campuran 2 warna tersier. Berikut
ini adalah macam macam warna kuarter yaitu:
- Coklat jingga merupakan warna yang berasal dari campuran merah tersier
dengan warna kuning tersier.
- Coklat ungu merupakan warna yang berasal dari campuran biru tersier dengan
warna merah tersier.
- Coklat hijau merupakan warna yang berasal dari campuran kuning tersier
dengan warna biru tersier.
Bab 8
Animasi
Film animasi, atau biasa disingkat animasi saja, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
Ada dua proses pembuatan film animasi, di antaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup berperan. "Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara 30-45 menit."[1] Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.
Animasi 2Dimensi
- Teknik konvensional
Teknik Celluloid (kadang-kadang disebut cell saja) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer ke atas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Department. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitasi gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
· Pra-produksi:
o Konsep,
o Skenario,
o Pembentukan karakter,
o Storyboard,
o Dubbing awal,
o Musik dan sound FX
· Produksi:
o Lay out (Tata letak),
o Key motion (Gerakan kunci/ inti),
o In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
o Clean Up (Membersihkan gambar dengan menjiplak)
o Background (Gambar latar belakang),
o Celluloid (Ditransfer ke atas plastik transparan)
o Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
· Post-produksi:
o Composite,
o Camera Shooting (Gambar akan diambil dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
o Editing,
o Rendering,
o Pemindahan film ke dalam roll film.
Teknik digital
Setelah perkembangan teknologi komputer di era 1980, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal. Proses pembuatan animasi 2Dimensi digital terdiri dari:
· Pra-produksi:
o Konsep,
o Skenario,
o Pembentukan karakter,
o Storyboard,
o Dubbing awal,
o Musik dan sound FX
· Produksi:
o Layout,
o Key motion,
o In Between,
o Background,
o Scanning
o Coloring.
· Post-produksi:
o Composite,
o Editing,
o Rendering,
o Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya.
Bab 9 dan 10
Desain grafis memiliki berbagai macam software, berikut adalah software desain grafis yang harus anda ketahui:
Adobe Indesign
Adobe Indesign adalah jenis software desain grafis yang berada dalam perangkat lunak destop publishing atau biasa dikenal dengan nama DTP. Adobe Indesign diproduksi oleh Adobe sistem yang bisa anda gunakan untuk membuat poster, brosur, majalah atau buku. Aplikasi ini banyak digunakan masyarakat luas untuk melakukan suatu desain dalam kehidupan sehari-hari.
Adobe Page Maker
Adobe Page Maker adalah perangkat lunak aplikasi pengolah data yang digunakan untuk mendesain layout buku, cover majalah atau makalah. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mendesain koran dan biasa digunakan untuk keperluan undangan, kartu nama, kartu ucapan dan kop surat.
Adobe Frame Maker
Software Desain Grafis jenis Adobe Frame Maker adalah perangkat lunak yang menggunakan tampilan XML untuk native penulis konten tekstur. Berpaduan dengan PDF yang memiliki konten out-off-the-box integrasi CMS. Aplikasi ini memiliki sistem pempublikasian dengan menggunakan saluran, format dan layanan HTML5 yang menggunakan penerbit server 10 atau Adobe teknis komunikasi Site 4. Aplikasi ini biasa menyimpan data dalam bentuk PDF, HTML, WEbhelp dan Adobe Air.
Macromedia Freehand
Macromedia Freehand adalah jenis aplikasi software desain grafis yang digunakan untuk melakukan editing gambar berbasis vector. Software ini bisa digunakan oleh para designer untuk melakukan editing logo baik kelompok ataupun perusahaann. Namun software ini juga bisa digunakan untuk melakukan editing pada brosur, kartu nama, undangan dan beberapa kebutuhan lain.
Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah software desain grafis yang secara khusus dirancang untuk memanipulasi objek atau gambar yang akan digunakan dalam suatu kepentingan. Aplikasi software desain grafis ini biasa digunakan oleh para photographer untuk mengedit hasil foto agar terlihat lebih hidup dan nyata. Adobe Photoshop adalah produk terbaik yang pernah dikeluarkan oleh Adobe Systems. Anda dapat membuat desain poster, spanduk, logo, dan kebutuhan lainnya dengan Adobe Photoshop.
Photo Shine
Photo shine adalah jenis aplikasi foto software desain grafis yang biasa digunakan untuk mengabungkan beberapa foto dalam satu frame. Dalam aplikasi ini berbagai macam bingkai juga ditawarkan agar anda bisa memilih bingkai yang anda suka. File penyimpanan foto biasa menggunakan JPG agar gambar mudah disimpan dan dibuka dalam kondisi apapun. Ada beberapa referensi printer cetak foto yang handal untuk Anda gunakan di era sekarang ini.
Photo Scape
Sama hal nya dengan PhotoShine dan PhotoCollage, Photo Scape adalah Software Desain Grafis yang mendukung anda melakukan editing 2 foto atau lebih. Photo Scape memiliki fitur seperti viewer, efek gambar (sephia, black and white), emoji, tambahan tulisan dan masih bayak fiture yang ada dalam aplikasi Phote Scape. Ada pula fitur untuk membuat animasi gerak dengan menggabungkan minimal 2 layer gambar untuk berganti dengan hitungan detik.
Picture Manager
Meskipun manager namun kemampuan yang dimiliki tidak hanya untuk mengolah gambar. Secara khusus fitu ini memiliki nama lengkap Microsoft Office Picture Manager merupakan software desain grafis yang memiliki instalasi Microsoft Office didalamnya. Fitur yang ada di dalamnya juga beraneka ragam seperti brightness dan contrast, re-color, menghilangkan efek red-eye pada Photo, hingga resize compressing mengubah ukuran Photo.
ACDSee
Picture Manager adalah aplikasi software desain grafis yang memiliki kesamaan dengan Microsoft Office Picture Manager. Namun software ini memiliki berbagai macam tambahan fitur yang digunakan untuk kebutuhan professional desiner seperti fitur manejemen Photo Manager.
Berbagai macam software desain grafis dan Fungsinya bisa anda pelajari seperti yang sudah disebutkan diatas. Selain mempelajari anda juga disarankan untuk melakukan praktek secara langsung pada sesuai dengan imajinasi yang anda miliki. Jelek ataupun bagus karya yang anda hasilkan itu adalah karya anda sendiri.
Tahapanalisa dan pengembangan metode Tahapanstudidananalisameliputistruktur pembelajaran studio perancangan logo dan sistem grafis disusun melalui tahapantahapan proses desain sebagai berikut:
Tahap 1: Introduction/Project Overview
Tahap 2: Identification, Research of Information & Analysis
Tahap 3: Design Concept Tahap
4: Exploration/Development and Refinement. Tahap
5: Production/Evaluation
Tahap 1: Introduction/Project Overview
Tahap 2: Identification, Research of Information & Analysis
Tahap 3: Design Concept Tahap
4: Exploration/Development and Refinement. Tahap
5: Production/Evaluation
1. Project overview :
Tujuan utama dari tahap ini agar mahasiswa mampu memahami prinsip-prinsip perancangan logo dan visual identity system serta contoh implementasinya dalam berbagai media desain komunikasi visual.
2. Problem identification, research of information &analysis :
Tujuan utama dari tahap ini agar mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menyajikan data yang relevan dengan topik bahasan. Kemudian melakukan proses analisa-sintesa dan simpulan yang selanjutnya dapat dijadikan entry point pemecahan masalah desain.
3. Design concept :
Tujuan utama dari tahap ini agar mahasiswa mampu merumuskan konsep dan strategi untuk menjawab kebutuhan desain visual identity system yang dibutuhkan customer. Desain konsep yang diminta antara lain; konsep perencanaan, strategi, kriteria desain dan rencana aplikasinya.
4. Exploration/development and refinement:
Tujuan utama dari tahap ini agar mahasiswa mampu membuat, mengembangkan dan menyempurnakan gagasan desain visual identity dan graphic system sesuai dengan prinsip-prinsip desain. Kemudian membuat aplikasi desainnyadalam berbagai media secara terintegrasi sesuai dengan corporate program yang ditetapkan.
5. Production/evaluation:
Tujuan utama dari tahap ini agar mahasiswa mampu membuat desain logo dan visual identity system dalam bentuk prototype, mock-up atau model 3 dimensi lengkap sesuai format presentasi yang ditetapkan.
Bab 12
beberapa jenis layout yang digunakan pada desain halaman website adalah:
· Static
Halaman layout static (statis) sering disebut sebagai “layout fixed” karena menggunakan ukuran halaman yang sudah ditetapkan dan tidak merubah ukuran lebar browser.
Halaman website tradisional umumnya dibuat dengan model atau jenis ini hingga berkembangnya responsive web design (RWD) pada tahun 2010
· Liquid
Layout liquid dibentuk dengan lebih relatif daripada layout static. Jenis ini akan membuat tampilan website terlihat sama dan baik walaupun dibuka pada browser yang berbeda.
Lebar presentase layout bisa menyesuaikan layar browser pengguna atau pengunjung website.
· Adaptive
Layout adaptive (adaptif) dibuat pada media CSS untuk mengenali lebar browser kemudian memodifikasi layout sesuai dengan lebarnya. Jenis ini menggunakan unit fixed (tetap) sama seperti layout static. Namun perbedaannya adalah ada beberapa lebar layout yang ditandai dengan beberapa hal teknis tertentu.
· Responsive
Layout responsive (responsif) menggabungkan konsep layout liquid dan adaptive. Halaman website dengan layout responsive umumnya disebut dengan layout yang mobile friendly dimana layout dan desain akan menyesuaikan browser dan gadget (mobile) yang digunakan.
Bentuk dan lebar layout seketika akan berubah dan menyesuaikan secara otomatif ketika website diakses dari gadget apa saja.
· Hybrid
Jenis layout ini merupakan yang terpopuler di antara layout lainnya. Layout hybrid merupakan campuran dari berbagai jenis layout berikut dengan konsep masing-masing.
Hal ini berarti, kemampuannya yang felksibel untuk menyesuaikan viewport browser hanya sementara karena mempertahankan website yang membutuhkan strukstur fixed (tetap).
Layout hybrid dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk merancang dan mengembangkan layout.
tipografi menjadi 5 kategori, antara lain:
1. Roman
Huruf di keluarga Roman memiliki ciri khas tersendiri yang muda dikenali. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan pada setiap garis di huruf – hurufnya. Semua huruf yang ada di bawah naungan kategori Roman memiliki ciri khas klasik, anggun, tegas, lemah gemulai dan feminim. Keluarga huruf Roman sudah ada sekitar abad 11 atau 12. Karena itu, huruf Roman merupakan salah satu kategori huruf yang paling tua. Jenis font yang ada di kategori huruf Roman antara lain Bodoni, Georgia, dan Times New Roman.
2. Egyptian
Huruf yang berada di bawah keluarga Egyptian memiliki ciri huruf seperti papan. Berbeda dengan kategori Roman yang memiliki tebal tipis di hurufnya, Egyptian memiliki ketebalan yang hampir sama di setiap hurufnya. Kesan yang ditimbulkan oleh jenis huruf Egyptianadalah kokoh, kuat, kekar, dan stabil. Jenis font yang ada di kategori Egyptian adalah Rockwell dan Typo Slab – Serif.
3. Sans Serif
Huruf yang berada di bawah keluarga Sans Serif hampir mirip dengan huruf yang berada di bawah keluarga Roman, hanya saja jenis huruf ini tidak memiliki sirip di ujung. Ketebalan hurufnya pun tidak tebal tipis, melainkan solid. Kesan yang ditimbulkan jenis huruf ini adalah modern, kontemporer, dan efisien. Bisa dibilang huruf di kategori Sans Serif merupakan versi modern dari Roman. Jenis font yang ada di kategori Sans Serif adalah Arial, Century Gothic, Futura, Helvetica, Lucida Grande, Trebuchet MS, dan Verdana.
4. Script
Sama seperti namanya, huruf yang berada di bawah kategori ini memiliki rupa layaknya tuliksan tangan. Tetapi bukan huruf cetak ya. Seperti tulisan tangan sambung yang dibuat dengan pena, kuas, atau pensil tajam. Biasanya huruf di bawah kategori ini memiliki ciri khas miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adalah pribadi dan akrab. Jenis font yang ada di kategori ini adalah Freestyle Script dan French Script.
5. Miscellaneous
Huruf yang berada di kategori ini tidak memiliki ciri khas atau rupa yang spesifik seperti 4 kategori lainnya. Huruf yang berada di bawah kategori ini biasanya merupakan pengembangan dari bentuk – bentuk yang sudah ada, hanya ditambahkan hiasan, ornament atau garis – garis dekoratif. Jenis font yang ada di bawah kategori ini sangat banyak, antara lain Comic Sans MS, Joker, dan Magneto.
Bab 13,14 dan 15
Pemodelan Desain Grafis Yang Diperlukan Dalam Memperindah Tampilan Web
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada desain website, diantaranya adalah:
Penggunaan warna yang tepat
Warna sangat berpengaruh dalam sebuah desain. Seperti yang telah kita ketahui, masing masing warna memiliki karakter tersendiri, dan mecerminkan suasana tertentu. Skema warna (kombinasi warna) dalam desain harus bisa mewakili karakter yang diinginkan. Tetapi perlu diingat, kombinasi warna yang berlebihan akan mengalihkan pengunjung dari konten website.
Teks yang mudah dibaca
Teks harus mudah dibaca, hal ini bisa dicapai dengan mengatur kontras warna teks dengan background. Selain itu penggunaan font yang tepat juga perlu diperhatikan, jenis font, ukuran font, style dan konsistensinya dalam desain. Selain itu pengaturan paragraf dan jarak antara teks dengan elemen lain juga perlu diperhatikan. Whitespace atau ruang kosong antar elemen harus harmonis. Semua hal tersebut bertujuan supaya Teks mudah dibaca.
Desain visual yang harmonis
Image atau gambar secara visual merupakan unsur atau elemen utama dalam desain. Image bisa digunakan sebai pemanis, atau penyeimbang atau point of interest. Sebaiknya pemilihan image sesuai dengan keseluruhan tema dan karakter desain website. Komposisi image dengan elemen lain juga harus sesuai, adakalanya sebuah website membutuhkan image yang besar (hampir fullscreen) untuk memberi kesan tertentu, dan dikombinasi dengan teks yang lebih kecil porsinya, ada pula website dengan komposisi teks yang lebih banyak dan image hanya sebagai unsur tambahan. Komposisi antara image dengan teks tergantung dari tema dan karakter yang ingin dibangun.
Yang penting harus bijaksana dalam memilih, menempatkan, dan mengkomposisi image, dan yang tidak kalah penting adalah kualitas image itu sendiri. Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah besarnya file. Kecepatan load sebuah halaman website sebagian besar ditentukan oleh besarnya ukuran file, terutama image, apalagi bagi kita di Indonesia yang kecepatan akses internetnya sebagian besar dibawah rata-rata.
Layout yang Simpel
Layout atau tataletak desain diusahakan sesederhana mungkin, minimalisir elemen-elemen yang tidak penting, maksimalkan whitespace (jarak antar elemen). Website dengan layout yang baik, mudah untuk dijelajahi, pengunjung mudah untuk menemukan sesuatu, dan dengan cepat menemukan apa yang dicarinya.
Layout yang berantakan membuat pengunjung kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan sesuatu. Penempatan yang tidak sesuai, point of interest yang menyesatkan, dan urutan tata letak yang acak, sangat tidak menguntungkan.
Alur yang mudah dimengerti
Layout desain website harus bisa menuntun pengunjung dan mengarahkan mereka ke sesuatu yang kita inginkan, jadi kitalah yang menuntun alur perhatian pengunjung dari titik a, ke titik b, ke titik C, dan seterusnya, sehingga tujuan kita dan misi dari website bisa dicerna dengan baik oleh pengunjung. Hal ini tidaklah mudah, berbeda dengan media lain seperti televisi, dan koran, audience dalam kendali pemberi informasi, mereka menerima apa adanya dan pasif, dan tidak melakukan tindakan aktif untuk memilah. Sedangkan pada website, pengunjung memiliki kendali penuh, mereka aktif, dan oleh karena itu alur dari desain website harus jelas dan mudah dipahami agar pengunjung tidak frustasi menemukan apa yang mereka inginkan.
Menu Navigasi yang jelas
Salah satu elemen penting yang juga wajib diperhatikan adalah navigasi atau menu. Menu navigasi adalah satu-satunya cara pengunjung berinteraksi dengan website. Ada banyak cara dan banyak desain menu navigasi, tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah fungsi utamanya, sebagai alat interaksi pengunjung dengan website.
Website bisa saja mempunyai beberapa menu/navigasi, bisa diatas pada header, atau pada sidebar, maupun dibawah pada footer. Tidak ada rumus yang mengharuskan dimana kita menempatkan menu, yang penting harus menyatu dengan alur dan layout desain sebuah website.
Ada dua hal penting yang membuat website Anda menjadi sukses dan mampu mendapatkan trafik dalam jumlah tinggi: konten berkualitas dan desain yang unik serta menarik. Desain website yang tidak rapi dan berantakan memengaruhi kesempatan konten dibaca oleh pengunjung situs. Pastinya mereka tidak akan melanjutkan membaca konten jika desain web yang Anda buat ‘merusak’ pandangan mata. Kalau sudah begini, jumlah pengunjung yang mengakses web Anda akan berkurang. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam mengatur tata letak website. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang cara desain web guna membantu Anda dalam menemukan style yang tepat.
Di artikel ini kami akan membahas cara mendesain website dari nol. Ada enam langkah yang wajib dilakukan, yakni:
- Mencari web hosting yang tepat dan andal.
- Memilih platform untuk membuat website.
- Menginstall tool yang dibutuhkan untuk mengonlinekan website.
- Membuat mockup untuk desain website.
- Membuat prototipe desain.
- Mengecek apakah desain terlihat bagus di perangkat mobile.
Meskipun masih pemula, Anda tetap bisa membuat website dengan desain yang menarik dan menakjubkan. Cukup simak tutorial cara mendesain web ini sampai selesai.
Langkah 1: Mencari Web Hosting yang Tepat dan Andal
Sebelum membahas cara mendesain website lebih lanjut, ada hal paling penting yang tidak boleh dilewatkan. Carilah web hosting berkualitas untuk mengonlinekan website Anda.
Kebiasaan kita adalah memilih sesuatu berdasarkan harga. Mana yang paling murah, itulah yang punya ‘banyak penggemar’, dan ini juga berlaku ketika kita memilih hosting. Sayangnya, tindakan ini salah besar. Provider web hosting A belum tentu menyediakan layanan atau fitur yang sama dengan provider web hosting B. Jadi, kami sarankan agar Anda melakukan riset singkat hingga menemukan web hosting yang tepat untuk membuat dan mengonlinekan website.
Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan pada saat memilih provider hosting:
- Memiliki layanan bantuan pelanggan yang cepat tanggap.
- Menawarkan performa tingkat tinggi untuk setiap website yang dibuat di layanan hostingnya.
- Menyediakan fitur tambahan untuk memudahkan Anda dalam membuat website, misalnya backup otomatis.
- Memiliki panduan, artikel, serta knowledge base (pengetahuan dasar) yang memuat pertanyaan dan jawaban teknis sehingga Anda bisa dengan cepat menemukan informasi yang dibutuhkan.
- Kompatibel dengan platform yang akan Anda gunakan untuk membuat website.
Hampir sebagian besar provider web hosting mengklaim memiliki semua kriteria di atas. Anda bebas memilih dan menentukan penyedia hosting yang akan digunakan. Baca juga review atau ulasan yang ditulis oleh para penggunanya baik di blog maupun komunitas forum. Di Hostinger, Anda akan menemukan paket hosting yang menawarkan berbagai fitur serta layanan yang canggih dan berkualitas dengan harga terjangkau:
Apabila membeli paket hosting Bisnis dan Premium, maka saat itu juga Anda akan mendapatkan domain gratis. Syaratnya mudah, belilah salah satu paket hosting tersebut dengan durasi 12 bulan (atau kelipatannya). Jangan lupa selesaikan prosesnya hingga checkout, ya!
Langkah 2: Memilih Platform untuk Membuat Website
Setelah mendapatkan layanan hosting yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah memilih platform untuk membuat website. Sebenarnya, Anda bisa membuat website dengan menerapkan coding. Hanya saja, metode ini terdengar sulit bagi para pemula. Metode pembuatan website dengan menerapkan berbagai ragam coding atau bahasa pemrograman hanya untuk para developer yang sudah berpengalaman.
Jika mengikuti blog kami dari awal, pasti Anda sudah paham bahwa kami sering menyebutkan Sistem Manajemen Konten (CMS) sebagai salah satu platform terbaik untuk membuat dan mengonlinekan website. Tool ini memungkinkan Anda untuk membuat website dengan tampilan profesional serta mengelola sejumlah konten. Kedengarannya rumit, tapi tool ini benar-benar beginner-friendly alias mudah digunakan oleh para pemula di bidang pengembangan website.
Ada banyak pilihan CMS yang bisa Anda pilih, misalnya WordPress:
Platform ini menjadi ‘rumah’ bagi lebih dari 30% website. Sungguh suatu bukti yang bisa mengklaim bahwa WordPress akan membantu Anda dalam meraih kesuksesan online. Selain menawarkan kemudahan dalam penggunaan, WordPress juga menyediakan sejumlah opsi kustomisasi berkat adanya sistem plugin dan tema.
Langkah 3: Menginstall Tool yang Dibutuhkan
Setelah install WordPress, Anda juga wajib mengaktifkan tool tambahan yang dibutuhkan untuk desain web. Hal pertama dan paling utama, Anda memerlukan tema yang sesuai dengan style website yang sudah dikonsepkan sebelumnya.
WordPress memiliki ribuan tema sehingga Anda tidak akan kehabisan pilihan. Jika ini pertama kalinya menggunakan WordPress, kami sarankan agar Anda memilih tema gratis untuk membiasakan diri dengan platform ini. Kunjungi repositori resmi WordPress.org untuk memilih tema gratis terbaik:
Supaya Anda tidak ‘tersesat’ dan akhirnya menginstall tema yang salah, sebaiknya baca terlebih dulu berbagai ulasan atau review dari user dan cek apakah tema tersebut selalu diupdate. Jangan memilih tema yang terlalu banyak menuai review negatif dan sama sekali atau jarang diperbarui. Bersikeras memakai tema yang tidak memenuhi kriteria hanya akan membuat Anda sakit kepala. Jika sudah menemukan tema yang tepat, segera install dan aktifkan.
Install pula plugin WordPress page builder. Dengan plugin ini, Anda bisa lebih mudah desain website. WordPress memang menawarkan kemudahan penggunaan, tapi dari segi cara mendesain web, dibutuhkan keahlian dan kreativitas. Menginstall dan mengaktifkan plugin website builder memberikan Anda kesempatan untuk memodifikasi tampilan web.
Langkah 4: Membuat Mockup untuk Desain Website
Sampai di sini, Anda sudah punya website berbasis WordPress, tema yang diaktifkan, dan plugin page builder yang siap dijalankan. Sekarang siapkan kertas dan pensil atau pulpen (yap, kita akan menggunakan cara tradisional). Anda akan buat sketsa tampilan website yang diinginkan. Pembuatan sketsa inilah yang kemudian disebut sebagai mockup.
Anda tidak harus sebegitu detailnya untuk membuat mockup desain web. Cukup masukkan semua elemen yang ingin Anda tampilkan ke website. Tentu saja Anda bisa menambahkan sebanyak mungkin detail elemen yang diinginkan. Nantinya mockup akan berperan sebagai referensi visual ketika Anda mulai desain website di WordPress.
Buatlah mockup di komputer jika Anda lebih suka sketsa digital alih-alih menggoreskan pensil di atas kertas. Sayangnya membuat mockup di komputer tidak semudah yang dibayangkan. Ada berbagai proses yang harus dilalui dan tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu semenit.
Silakan edit dan revisi mockup desain website berulang-ulang kali sampai akhirnya Anda sreg dengan tata letak dan tampilan.
Langkah 5: Membuat dan Mempertajam Prototipe Desain
Jika sudah selesai dengan mockup desain web, maka langkah selanjutnya adalah ‘memindahkannya’ ke dalam bentuk digital. Dengan kata lain, Anda akan melakukan prototipe desain website.
Buka website builder yang telah diinstall dan diaktifkan dengan menggunakan editor WordPress. Tambahkan elemen yang Anda inginkan ke halaman website dan mulailah mengaturnya seperti yang telah dibuat di mockup sebelumnya.
Proses prototipe desain tergantung dari jenis plugin yang diinstall. Akan ada berbagai detail di sana, tapi jangan terlalu dipikirkan, misalnya memilih warna atau ukuran font yang hendak digunakan. Setelah prototipe ini selesai, Anda bahkan masih punya waktu untuk mengatur hal-hal tersebut.
Hal terpenting yang sebaiknya dilakukan sekarang adalah menyelesaikan prototipe website, yang di dalamnya memuat semua elemen yang telah Anda rencanakan sebelumnya di mockup. Dengan prototipe, Anda bisa mengetahui mana layout yang tepat dan mana layout yang tidak perlu dimasukkan serta membuat beberapa perubahan untuk memperbaiki desain website. Poin inilah yang harus Anda perhatikan dengan saksama.
Ketika ditransisikan ke prototipe, terkadang Anda akan sedikit ‘melenceng’ dari mockup yang asli. Sebenarnya, ini hal yang wajar. Bahkan Anda membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk desain web, tergantung pada seberapa perfeksionisnya Anda. Anda diberikan beragam elemen untuk dikustomisasikan serta opsi layout untuk digunakan. Jadi, tidak perlu terburu-buru.
Kami tekankan sekali lagi bahwa untuk saat ini Anda tidak perlu khawatir dengan teks website dan tipe konten lainnya. Jika ingin proses prototipe dilakukan lebih cepat, silakan gunakan text placeholders dan stock images. Apabila layout sudah selesai diatur dan hal lain yang diinginkan telah dimanajemen sesuai dengan keinginan, maka itulah saatnya Anda menggantikan prototipe dengan konten yang hendak digunakan.
Langkah 6: Mengecek Apakah Desain Website Terlihat Bagus di Perangkat Mobile
Anda sudah mempelajari cara desain web. Langkah terakhir, mengecek apakah tampilan desain sudah terlihat bagus dan berfungsi sebagaimana mestinya di perangkat mobile atau belum.
Belakangan ini mobile traffic memberi pengaruh dan dampak yang sangat signifikan. Karena itulah, Anda harus memastikan bahwa desain web terlihat mulus bahkan dalam resolusi rendah sekalipun. Apabila seseorang membuka website Anda melalui smartphone tapi sedetik kemudian hanya tampilan rusak yang didapat, maka besar kemungkinan dia tidak akan pernah kembali lagi. Keadaan ini hanya mengakibatkan meningginya bounce rate, sesuatu yang sebaiknya harus Anda hindari.
Untungnya, beberapa page builder WordPress (termasuk Beaver Builder) mobile-friendly. Ini berarti desain website yang Anda buat dengan menggunakan plugin tersebut akan terlihat ciamik di perangkat mobile.
Meski telah menggunakan plugin yang mobile-friendly, sebaiknya tetap lakukan pengecekan mengenai tampilan website di perangkat mobile. Ada banyak cara atau metode pengecekan. Misalnya, coba akses website Anda melalui smartphone atau perangkat mobile lainnya. Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan Chrome’s Dev Tools, tool yang memungkinkan Anda untuk memvisualisasikan website di berbagai resolusi.
Untuk menggunakan dev tool browser, hal pertama yang harus dilakukan adalah akses website Anda dan klik di area mana saja, kemudian pilih Inspect. Lihat bagian atas layar. Ada beberapa kolom (field) di mana Anda bisa menentukan resolusi. Dengan pilihan resolusi inilah Anda bisa melihat bagaimana tampilan website:
Kami sarankan untuk mencoba semua pilihan resolusi yang disediakan. Dengan begini, Anda bisa tahu di resolusi berapa desain web Anda tidak tampil dengan baik. Jika ada masalah atau error, kembali ke prototipe dan gunakan website builder untuk mengubah atau memperbaikinya. Apabila sudah tidak ada lagi error, website siap dionlinekan.
Kesimpulan
Untuk menarik trafik yang tinggi, Anda harus membuat desain website yang menarik serta profesional. Dengan desain web yang apik, orang-orang akan lebih betah dalam membaca konten yang Anda sediakan. Tak jarang konversi pun akan naik.
Anda tidak perlu menjadi developer untuk membuat tampilan yang cantik. Cari saja informasi sebanyak mungkin tentang cara mendesain web. Banyak tutorial (termasuk artikel ini) yang menyampaikan langkah serta cara mendesain website hingga detailnya. Berlatihlah dengan mengikuti langkah-langkah yang ada pada panduan tersebut. Dalam beberapa saat, website dengan desain yang menarik berhasil Anda wujudkan.
PERANGKAT LUNAK DESAIN GRAFIS YANG DIPERLUKAN DALAM MEMPERINDAH TAMPILAN WEB
Software Untuk Membuat Website
Era digital ini membiasakan kita untuk selalu terhubung dengan yang namanya internet. Internet inilah yang menjadi pintu pertama kita menjelajahi dunia maya, banyak yang bisa kita jelajahi di dunia maya salah satunya adalah berselancar di website. Website itu sendiri identik dengan halaman di internet yang menampilkan informasi yang memang betul-betul dibutuhkan oleh para pengunjung atau bisa juga disebut para pembaca. Jadi, apabila diibaratkan, website itu bisa berupa sebuah wadah yang menyajikan beragam ilmu-ilmu yang hanyalah tinggal kita ambil (akses) dan mulai kita baca.
Banyaknya website yang beredar ini menjadi pekuang bagi para web designer, tapi tahukan Anda bahwa sesungguhnya Anda juga bisa membuat website sendiri dengan menggunakan software pendukung. Dibawah ini sudah kami rangkum beberapa software untuk membuat website yang bisa Anda gunakan untuk membuat sebuah website.
1. Web Builder Visual (Wysiwyg editor)
Software yang satu ini bisa dimanfaatkan untuk menyunting website secara visual. Aplikasi dengan basis Wysiwyg editor ini Anda dapat merancang website dengan praktis dan mudah. Sehingga tidak memerlukan pengetahuan mendasar tentang pemrograman sebuah website.
Dengan memanfaatkan Web Builder Visual ini, Anda bisa menciptakan sebuah website yang sangat profesional dengan mudah hanya dalam beberapa wakt saja. Jadi, bagi pemula yang belum mengetahui banyak tentang pemrograman website bisa mencoba memanfaatkan Web Builder Visual ini.
2. Dreamweaver
Software untuk pembuatan website lainnya adalah dreamweaver. Software ini bisa Anda manfaatkan untuk pembuatan website, baik website yang sederhana hingga website profesional. Untuk memanfaatkan software ini kita bisa mencoba salah satu dari jenis dreamweaver, yakni macromedia dan adobe.
3. Notepad
Bagi pemula memang sangat cocok untuk memanfaatkan aplikasi notepad ini untuk merancang dan membuat sebuah website. Notepad sendiri adalah aplikasi editor teks yang biasanya digunakan untuk CSS, PHP, HTML dan lain sebagainya. Selain itu, memanfaatkan aplikasi pembuat website ini tergolong lebih ringan dibandingkan aplikasi lainnya.
4. CoffeeCup HTML Editor
Aplikasi pembuat website secara gratis lainnya adalah CoffeeCup HTML Editor. Namun untuk versi gratisnya sendiri tidak memiliki beberapa fitur, seperti Image Mapper, Visual Editor, Website Color Schemer dan CSS Menu Designer. Akan tetapi, Anda dapat membuat tampilan sebuah blog yang menarik dengan memanfaatkan aplikasi CoffeeCup HTML Editor ini.
5. WordPress
Software lainnya yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat sebuah website adalah WordPress. Seperti kita ketahui, wordpress memiliki 2 jenis yaitu wordpress instan dan wordpress install / CMS. WordPress instan bisa kita manfaatkan untuk membuat blog langsung dari situs wordpressnya itu sendiri dengan cara mendaftarkan akun Anda di sana. Sedangkan wordpress install sendiri bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah website dengan cara mengunduh aplikasinya terlebih dahulu lalu menginstalnya dan mulai merancang website.
6. PageBreeze
Software ini adalah software editor HTML yang menekankan kesederhanaan dalam pembuatannya. Kesederhanaan disini berarti aplikasi ini lumayan agak mudah untuk dijalannkan. Software ini gratis dengan ukuran file 8 Mb. Keunggulan software membuat website ini adalah support untuk jenis HTML baru. Terdapat pemilahan antara berbagai tag dalam kode html. Terhubung otomatis dengan ratusan template gratis yang dapat digunakan. Untuk menggunakannya hanya dengan sistem operasi windows 32 maupun 64-bit.
7. Bluefish Editor
Bluefish hadir sebagai alat yang kuat untuk digunakan oleh programer dan webdevelovers. Selain sebagai alat tulis untuk mendesign website. BlueFish juga dapat berguna sebagai tempat penulisna bahasa pemograman yang lain. Oleh karena itu BlueFish mendukung berbagai bahasa pemograman dan bahasa makrup. Software ini dapat berjalan diberbagai sistem operasi, seperti Linux, Windows, MAC OS, FreeBSD, Solaris dan OpenBSD.
8. KompoZer
KompoZer adalah sebuah aplikasi untuk membuat dan mendesign web dengan mengkombinasikan menajemen file dan memenuhi kriteria WYSIWYG untuk mengedit halaman web. Untuk menggunakannya tidak perlu mengetahui banyak tentang HTML dan web coding. Cukup menggembirakan karena kebanyakan orang ingin membuat web tapi tidak banyak mengetahui HTML secara banyak. Ringkasan tentang fitur yaitu terdapat FTP situs manager, Tab, CSS editor, tollbar, markup cleaner, resize tabel dan lain-lain.








Komentar
Posting Komentar